Berita

PENGENALAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI LINGKUP PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KABUPATEN GUNUNG KIDUL

Perpustakaan sebagai garda ilmu pengetahuan.

Hanya sebuah jargon atau memang sudah di-iya-kan atau masih dalam proses?

Keberadaan perpustakaan dalam menghimpun informasi saat ini terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. tidak kalah pentingnya, membangun serta merintis perpustakaan sekolah hingga menjadi perpustakaan yang representatif sangat perlu diadakan. Seperti kita ketahui bahwasannya perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar bagi siswa.

Pada hari Kamis tanggal 25 Mei 2017, Bp. Drs. Tedy Setiadi M.T selaku Kepala Perpustakaan UAD menghadiri undnganan dari PDM Kab.Gunung Kidul terkait dengan pengelolaan perpustakaan sekolah. Dalam kesempatan ini kami berdiskusi mengenai kendala-kendala yang dihadapi oleh perpustakaan sekolah, antara lain:

  1. Minimnya minat baca siswa dan minat kunjung 
  2. Minimnya variasi koleksi
  3. Pengelola perpustakaan hanya tenaga yang diperbantukan
  4. Langkah yang ditempuh untuk memajukan perpustakaan

Pada kesempatan menjawab, Bp. Drs. Tedy Setiadi M.T menyampaikan beberapa solusi untuk menjawab apa diajukan oleh pengelola perpustakaan. Dalam diskusinya beliau memaparkan bahwa minimnya daya kunjung siswa dapat ditingkatkan dengan adanya kegiatan promosi perpustakaan, setelah itu untuk menambah variasi koleksi pengelola perpustakaan disarankan untuk bekerjasama dengan instansi pemerintah dalam hal hibah buku.

Dalam kesempatan bersamaan, Gretha Prestisia RK, M.IP selaku pustakawan di Peprustakaan UAD menyampaikan bahwa minimnya minat baca di lingkup sekolah bisa ditepis dengan adanya gerakan literasi sekolah yang lambat laun akan membiasakan siswa untuk membuka wawasan mengenai pentingnya informasi. Selain itu jika minat kunjung siswa ke perpustakaan minim, bisa ditingkatkan dengan dengan promosi melalui beberapa event  contohnya story telling, meresume novel dll. Selain itu, untuk menambah koleksi bisa dimulaidengan cara mengharuskan siswa yang lulus untuk menyumbangkan buku ke perpustakaan. Kemudian juga disampaikan bahwa dalam pengelolaan perpustakaan diperlukan program pendampingan jika itu diperlukan.

Adanya pengenalan pengelolaan perpustakaan sekolah di lingkup PDM Kab. Gunng Kidul ini akan berkelanjutan sehingga terwujud perpustakaan sekolah yang representatif, bermanfaat bagi civitas akademik.