4 Kunci Hidup Bahagia dan Mulia di Dunia

Akhir – akhir ini, kita dapatkan berita berita yang menguji kebahagian kita. Dari susahnya mendapatkan pekerjaan, pengeluaran yang semakin besar karena harga – harga kebutuhan pokok semakin meroket, belum ditambah dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan pajak serta biaya kesehatan dan pendidikan yang mahal. Hal tersebut membuat manusia menjadi tertekan, stres, sengsara dan bahkan menara.

Dari fenomena yang kita lihat dan kita dengarkan, tidak bisa kita hindari namun yang perlu kita ingat adalah kita harus hidup bahagia. Kita hidup di dunia ini hanya sekali, dan kita sudah dijamin rezekinya oleh Allah. Selagi kita masih bernafas, Allah pasti akan menjamin rezki kita. Kunci dari kebahagaian ambil dari istilah jawa adalah nrimo ing pandum yang berarti menerima segala pemberian dengan keadaan yang ikhlas dan tanpa menuntut lebih.

Mengutip dari ceramah Ustadz Abdullah Gymanastiar yang dikenal Aa’ Gym, ketenangan hati dan kebahagian hidup ini kuncinya ada 4, yaitu:

1.  Syukur

Sering – sering mengingat atas segala karunia Allah yang telah diberikan kepada kita menjadikan kita ini bahagia. Banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita dari mulai bangun tidur dan tidur lagi. Allah memberikan kita kesehatan bisa bernafas tanpa memakai silang oksigen yang kalau di rumah sakit tentunya kita akan diminta untuk membayar. Berbeda dengan Allah, kita diberikan kesehatan dan sepuas puasnya untuk menghiru oksigen.  Dalam QS. Ar Rahman : 16

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Artinya:

“ Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Dengan selalu mengingat nikmat Allah menjadikan kita bahagia. Kedudukan kita saat ini belum tentu dirasakan oleh orang lain. Dan orang lain bisa jadi banyak yang menginginkan di posisi kita. Apabila kita bersyukur maka akan ditambah nikmat kita sesuai dalam firman Allah QS. Ibrahuim: 6:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

 Artinya:

“ (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-ku), sesungguhnya azab-Ku benar – benar sangat keras.

2. Sabar

Hidup dengan bahagia dan mulia dapat diperoleh dengan hati yang sabar. Segala bentuk ujian yang diberikan oleh Allah kepada kita adalah sebagai bentuk kasih sayangnya Allah kepada kita. Dari makhluk Allah yang diuji kesabarannya adalah Nabi Ayub Alaihi Salam. Nabi Ayub Alaihi Salam diuji oleh Allah dengan ujian yang berat seperti hilangnya harta dan keluarga serta diberikan penyakit kulit yang mendera tubuhnya selama bertahun – tahun. Meski demikian, Nabi Ayub Alaihi Salam senantiasa sabar dan tidak pernah mengeluh terhadap segala ujian yang menrpanya. Is selalu berbaik sangka dan bertawakal atas kehendak Allah Subhanahu wa’ta’ala.

Dalam penciptaan manusia, pasti Allah memiliki rencana yang baik untuk setiap hambaNya. Hambanya tidak akan dibiarkan dalam hidupnya oleh Allah pasti ada ujiannya untuk bisa menikmati disetiap hidupnya. Seperti pada firman Allah dalam QS. Al Baqoroh: 155 – 157

 

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

 

Artinya:

“Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah – buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhmmad), kabar gembira kepada orang – orang yang sabar.”

Keistimewaan orang yang bersabar adalah Allah selalu dekat denganya. Seperti pada hadis Nabi Muhammad yang berbunyi “Sesungguhnya Allah menyukai orang – orang yang sabar (HR. Bukhari dan Muslim), dan dalam QS. Al Baqoroh ayat 153

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

 

Artinya:

“Wahai orang – orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Alla) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang – orang yang sabar.

Melihat fenomena saat ini, kemiskinan, kekeringan, kelaparan dan fitnah, kunci untuk menghadapinya agar hidup kita bahagia adalah sabar, dan dengan sabar kita akan mendapatkan hadiah dari Allah subhanahu wata’ala.

3. Ikhlas

Ikhlas berasal dari bahasa Arab, yaitu khalasha yang berarti bersih, murni atau jernih. Dalam konteks agama islam, ikhlas merujuk pada niat yang tulus dan murni semata – mata karena Allah, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari makhluk-Nya. Iklhas merupakan kunci diterimanya ibadah dan amal baik oleh Allah Subhanahu wata’ala, seperti pada firman Allah dalam QS. Al A’raf 29

 

قُلْ اَمَرَ رَبِّيْ بِالْقِسْطِۗ وَاَقِيْمُوْا وُجُوْهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُالدِّيْنَ ەۗ

كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَۗ

Artinya:

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tuhanku memerintahkan aku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) di setiap solat dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata – mata hanya kepada -Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula.

Dengan hati yang ikhlas dan hanya mengharapkan balasan dari Allah, maka hidup kita akan tenang dan bahagia.

 

4. Taubat

Kunci kebahagian terakhir adalah dengan bertaubat. Allah Subhanahu wata’ala adalah maha pengampun. Kaum muslimin beristigfar setiap kali melakukan kesalahan akan diampuni dosa – dosanya oleh Allah, seperti dalam firman QS. Hud : 52 yang berbunyi:

 

“وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ”

 

Artinya:

“Dan (Hud berkata),“Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, lalu bertobatlah kepada kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling (dari-Nya) dengan berbuat dosa”.

Ayat ini mengajarkan bahwa dengan memperbanyak istighfar dan bertobat, Allah akan memberikan kita banyak keberkahan, baik secara jasmani maupun rohani.

Hidup ini tidak selalu indah, kadang penuh senyum, kadang dibalut air mata. Namun, Allah tidak pernah meninggalkan kita tanpa pegangan. Ia menitipkan empat kunci agar hati kita tetap bahagia meski badai datang silih berganti: syukur di saat lapang, ikhlas ketika memberi, sabar saat diuji, dan taubat di setiap khilaf. Mari kita genggam erat keempat kunci ini, bukan hanya sebagai teori, tetapi sebagai napas dalam kehidupan. Karena dunia hanyalah persinggahan, dan kebahagiaan yang kita cari sejatinya adalah kebahagiaan yang Allah ridai. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur, ikhlas, sabar, dan tidak lelah bertaubat, sehingga kelak kita pulang kepada-Nya dengan hati yang tenang dan wajah yang tersenyum.

 

Referensi:

  1. Al Quran.
  2. https://www.dompetdhuafa.org/cara-bersyukur-pada-allah/  (18 Oktober 2024)
  3. Setya, Devi.2024.12 Ayat al quran dan hadis tentang sabar, sikap utama muslim. https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7303153/12-ayat-al-quran-dan-hadits-tentang-sabar-sikap-utama-muslim
  4. Icha. 2023. Keutamaan sabar dan perintah dalam Al Qur’an. https://foodtechlab.uad.ac.id/keutamaan-sabar-dan-perintah-dalam-alquran/
  5. Isti. 2024. Keutamaan orang yang iklas dalam islam. https://foodtechlab.uad.ac.id/keutamaan-orang-yang-ikhlas-dalam-islam/

 

 

Kontributor:

Zulfa Erlin Muflihah, SIP. (Pustakawan Perpustakaan UAD Kampus 3)