Resolusi Tahun 2025: Meraih Keberkahan dan Kesuksesan Menurut Islam

Memasuki tahun 2025, umat Islam di seluruh dunia menyambut tahun baru dengan penuh harapan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam Islam, pergantian waktu adalah momen berharga untuk muhasabah (introspeksi diri) dan menyusun langkah-langkah untuk masa depan yang lebih berkah.

Menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai Pedoman

Resolusi tahun baru bagi seorang Muslim sebaiknya berakar pada nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Firman Allah dalam QS. Al-Hashr ayat 18 mengingatkan:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝١٨

yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaaha waltandhur nafsum maa qaddamat lighad, wattaqullaah, innallaaha khabiirum bimaa ta‘maluun

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”

Ayat QS. Al-Hashr ayat 18 ini mengandung pesan mendalam tentang introspeksi dan persiapan untuk kehidupan akhirat. Berikut adalah beberapa tafsiran mengenai ayat ini:

1. Perintah untuk Bertakwa kepada Allah

Allah memulai ayat ini dengan seruan kepada orang-orang yang beriman: “يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ” (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah).
Ini menunjukkan bahwa takwa adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Takwa berarti menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan selalu merasa diawasi oleh-Nya. Ayat ini menekankan pentingnya takwa sebagai bekal utama dalam menghadapi kehidupan dunia dan akhirat.

2. Muhasabah: Evaluasi Diri

Frasa “وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ”  (Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok) mengajarkan pentingnya introspeksi.
Hari esok dalam konteks ini tidak hanya merujuk pada masa depan duniawi, tetapi terutama pada akhirat. Setiap Muslim diminta untuk mengevaluasi amal perbuatannya, apakah sudah sesuai dengan ajaran Islam atau tidak.

Tafsir ini mengajak kita untuk tidak lengah dan selalu sadar bahwa setiap perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

3. Takwa sebagai Penutup dan Penguat Pesan

Ayat ini kembali menekankan takwa dengan kalimat: “وَاتَّقُوا اللّٰهَ” (dan bertakwalah kepada Allah).
Pengulangan ini menunjukkan pentingnya takwa sebagai dasar segala tindakan. Takwa menjadi pengingat agar manusia tidak hanya berorientasi pada dunia, tetapi juga fokus pada tujuan akhir yaitu kehidupan setelah kematian.

4. Allah Maha Mengetahui Segala Amal Perbuatan

Frasa “اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ” (Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) menegaskan sifat Allah yang Maha Melihat dan Maha Tahu.
Ayat ini memberikan peringatan bahwa tidak ada perbuatan yang luput dari pengawasan Allah, baik itu kecil maupun besar, tersembunyi atau terang-terangan. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati dalam bertindak karena semuanya akan dicatat dan dipertanggungjawabkan.

5. Fokus pada Persiapan Akhirat

Pesan utama ayat ini adalah tentang pentingnya persiapan untuk kehidupan akhirat. Setiap Muslim diminta untuk menjadikan dunia sebagai ladang amal yang hasilnya akan dipanen di akhirat kelak. Hal ini mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat, di mana dunia menjadi sarana, bukan tujuan.

Ayat ini mendorong umat Islam untuk tidak hanya memikirkan kehidupan dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk akhirat dengan amal kebaikan.

Meraih Keberkahan dan Kesuksesan di Tahun 2025

Beberapa hal yang dapat dipersiapkan dan dilakukan untuk meraih keberkahan dan kesukseskan diantaranya :

Meningkatkan Kualitas Ibadah. Jadikan 2025 sebagai tahun untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah wajib maupun sunnah. Misalnya, memperbaiki salat lima waktu, rutin melaksanakan salat tahajud, dan membaca Al-Qur’an setiap hari.

Memperbaiki Akhlak dan Hubungan Sosial. Islam mengajarkan pentingnya berakhlak mulia. Tahun ini, bertekadlah untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan rendah hati, serta memperbaiki hubungan dengan keluarga, tetangga, dan sesama.

Berinovasi dalam Menyebarkan Kebaikan. Gunakan media sosial atau platform digital untuk menyebarkan dakwah dan motivasi Islami. Dengan teknologi, dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan dampak positif yang luas.

Meningkatkan Ilmu Pengetahuan. Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Buatlah resolusi untuk belajar hal baru, baik ilmu agama maupun ilmu dunia, agar dapat memberi manfaat lebih besar kepada umat.

Berkomitmen pada Sedekah dan Kegiatan Sosial. Islam menekankan pentingnya berbagi. Perbanyak sedekah, infaq, dan kegiatan sosial lainnya untuk membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

Harapan di Tahun 2025

Dengan resolusi yang berlandaskan ajaran Islam, tahun 2025 dapat menjadi tahun penuh keberkahan dan kesuksesan. Mari jadikan setiap hari sebagai peluang untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad).

Semoga tahun depan (2025) kita semua mampu menjadi pribadi yang lebih baik, sukses dunia akhirat, dan memberikan manfaat besar bagi umat manusia.

 

Sumber referensi :

Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Edisi Standar), Jakarta: Kemenag RI.

Shihab, Quraish.2002. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an Jilid 13. Lentera Hati: Jakarta

 

Kontributor :

Nurshifa Fauziyah (Pustakawan UAD Kampus 3)