Persiapan Diri Menyambut Puasa Ramadhan

Kurang dari 20 hari lagi, umat Islam di dunia akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang penuh dengan ampunan, bulan yang dipenuhi dengan keberkahan, dan bulan yang kelilingi oleh rahmatNya. Rasanya tidak sabar untuk segera bisa menunaikan ibadah puasa, buka puasa & sahur bersama keluarga, sholat tarawih, hingga jajan di pinggir jalan yang hanya ada di saat Ramadhan saja. Rangkaian ibadah di bulan suci dapat dimaksimalkan dengan beberapa persiapan, diantaranya:

 

Menyelesaikan qadha’ puasa

Puasa Ramadhan wajib bagi umat Islam, hanya saja tidak semua umat Islam dewasa selama proses puasa Ramadhan dapat full satu bulan. Beberapa alasan sah tidak melakukan puasa sebagai berikut: kesehatan yang buruk, usia tua dan kelemahan fisik, perjalanan jauh, haid & nifas, serta menyusui dan kehamilan beresiko. Jadi, sebelum 1 Ramadhan 1446 H tiba, bagi umat Islam dewasa yang masih punya hutang puasa dapat menyelesaikannya terlebih dahulu. Harapannya ketika menjalani puasa Ramadhan 1446 H sudah tidak memiliki hutang sehingga dapat berpuasa dengan tenang.

 

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 184).

 

Latihan puasa

Hal ini perlu dicoba supaya ketika puasa Ramadhan tidak teralu kaget. Jika sudah latihan ataupun terbiasa melakukan puasa maka dalam menjalani puasa Ramadhan akan lebih mudah dan enteng. Latihan berpuasa ini sekaligus sebagai upaya untuk mengatur makanan yang masuk ke tubuh. Terlebih bagi yang hobi kulineran, latihan puasa ini patut untuk dilakukan. Harapannya ketika puasa, tetap dapat menjalankan aktivitas harian, tubuh fit, dan tidak lemas.

 

Mengurangi berperilaku buruk

Kebiasaan buruk yang suka dilakukan manusia tanpa ia sadari adalah menggunjing/julid terhadap kehidupan orang lain. Awal-awal mungkin hanya sebatas bercerita namun lama kelamaan jika tidak memiliki pengendalian diri, maka semua aib yang diketahui akan disebarkan. Supaya ini terminimalisir dan tidak terjadi di saat puasa Ramadhan, maka dapat ditanamkan ke diri sendiri bahwasanya yang bukan urusan pribadinya tidak perlu ikut campur. Terlepas dari bulan Ramadhan sebagai manusia kita harus memiliki bounderies supaya tidak terlalu masuk ke kehidupan orang lain, yang ujungnya merasa lebih tau kehidupan  mereka.

 

Mempersiapkan harta

Bulan Ramadhan tidak hanya identik dengan puasa dan sholat tarawihnya, melainkan bulan yang penuh dengan ampunan. Selain meminta ampun kepada Allah SWT atas kesalahan dan dosa yang sudah kita perbuat, bersedekah dapat menghapus dosa. Selain itu Allah SWT akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah, sebagaimana dengan firmanNya berikut ini:

 

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 261).

 

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS. Al-Baqarah: 274).

 

Olahraga

Olahraga perlu dilakukan supaya tubuh kita fit dan bugar. Berpuasa bukan berarti bermalas-malasan. Berpuasa bukan berarti males bergerak dan hanya memilih rebahan. Meskipun puasa juga tetap melakukan aktivitas harian seperti biasanya. Upaya untuk meminimalisir sakit saat puasa dengan cara membiasakan diri untuk berolahraga. Berolahraga dalam hal ini bukan berarti harus berlari puluhan kilo maupun angkat beban berat. Kita dapat melakukan olahraga ringan ketika sedang berpuasa seperti jalan-jalan pagi, yoga, pilates, bersepeda, dan sejenisnya. Sebaliknya jangan memilih jenis olahraga yang membuat kita mudah haus, lapar, dan kehabisan tenaga.

 

Meningkatkan ibadah sunnah

Puasa Ramadhan dapat diisi dengan kegiatan ibadah sunnah seperti sholat dhuha, sholat tarawih, sholat tahajud, Sholawat Nabi, dzikir, hafalan surat pendek, maupun merutinkan membaca Al-Qur’an. Upaya untuk meringankan langkah dalam menjalankan ibadah sunnah adalah dengan membiasakan diri sejak sebelum bulan Ramadhan. Dampaknya yang terjadi,  apabila ibadah sunnah yang sudah rutin dilakukan dalam keseharian akan terasa kurang apabila di hari tersebut terlewatkan.  Ke-istiqomahan ibadah sunnah ini dapat melindungi kita dari hal-hal yang bersifat mudharat selama puasa Ramadhan.

 

Mempersiapkan diri sebelum puasa Ramadhan adalah sebuah langkah bijak, harapannya puasa Ramadhan 1446 H mendatang memberikan syafa’at di dunia dan akhirat. Momentum puasa dengan segala macam persiapannya ini dapat dijadikan wahana untuk bermunajat kepada Allah SWT supaya  dilindungi dari mara bahaya, dijauhkan dari orang-orang zalim, dan terhindar dari melakukan hal yang sama. Sebagaimana sabda  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berikut:

 

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429]

 

Referensi:

[1] https://visual.republika.co.id/berita/p8xyjk318/persiapan-menyambut-ramadhan

[2] https://baznas.jogjakota.go.id/detail/index/32667

[3] https://tafsirweb.com/689-surat-al-baqarah-ayat-184.html

[4] https://tafsirweb.com/1027-surat-al-baqarah-ayat-261.html

[5] https://tafsirweb.com/1040-surat-al-baqarah-ayat-274.html

[6] https://muslim.or.id/39291-puasa-dan-al-quran-memberikan-syafaat-dengan-izin-allah.html

 

Kontributor:
Ana Pujiastuti, M. A. (Pustakawan Kampus 4 UAD)