Kontemplasi Diri dalam Pandangan Islam
Kontemplasi menurut KBBI adalah renungan dan sebagainya dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh. Dalam Islam, kontemplasi dikenal dengan istilah bertafakur atau merenung. Memperbanyak tafakur bisa mendekatkan diri kita pada Allah. Dampaknya, kita lebih memahami segala hal yang terjadi di sekitar kita, menambah ilmu, dan selalu mengingat akan nikmat-nikmat yang Allah berikan. Dengan begitu Allah juga akan memberinya kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat, sebagaimana yang terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 152.
فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya: Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Dalam perjalanannya, tidak selalu jatuh itu menyeramkan. Awalnya mungkin sakit dan ngilu namun dari jatuh kita mampu memaknai apa yang disebut bangkit, sikap hati-hati, pelan-pelan, fokus, dan sederet hal positif lainnya. Begitu juga dengan kehidupan. Dicampakkan dan dibuang itu tak selalu nestapa. Awalnya mungkin sakit tapi ketika kita mau menerima takdir ini sebagai hal terbaik di hidup maka dengan sendirinya pikiran positif itu berdatangan.
Kita bisa memaknai kata sepi, terasing dan terpinggirkan dari kata dicampakkan. Hal ini yang akan membawa kita menjadi orang yang lebih bijaksana lagi. Bisa jadi, tanpa dicampakkan kita tak paham hakikat sepi. Sepi yang membawa kita untuk mengenal siapakah diri sesungguhnya? apa tujuan hidup kita selanjutnya? Sepi mengajarkan kita bahwa keramaian itu juga sebuah hal fana yang cepat atau lambat akan pudar. Tak ada hal yang abadi melainkan hal-hal kebaikan yang pernah/sedang/akan kita lakukan. Dari sepi kita juga dapat memahami makna bertarung. Ya bertarung dengan diri sendiri untuk melawan ego. Memilih warna untuk karya di sisa waktu.
Dicampakkan juga mengajarkan makna mendengar. Ketika kita masih dalam keramaian kita mungkin akan lupa bagaimana cara menjadi pendengar yang baik, sebaliknya dalam keadaan “tak bernilai” ini kita akan tau siapa makhluk hidup yang masih sudi membersamai kita. Momen inipun mampu memberikan pelajaran bagi kita untuk mendengarkan hal positif maupun negatif yang dapat dijadikan media untuk berbenah. Lagi-lagi kita harus menyadari bahwa kita ini bukan siapa-siapa, hanyalah makhluk kecil yang tak mampu luput dari kesalahan.
Manfaat kontemplasi diri menurut islam :
- Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT
كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah ayat 216)
- Meningkatkan ketenangan
Orang-orang yang selalu berdzikir dan mengingat Allah SWT akan memiliki hati dan pikiran yang tenang sehingga mudah menjalani kehidupan. Mereka yang banyak berzikir kepada Allah, niscaya hati mereka akan senantiasa dalam keadaan jaga. Mereka akan keluar dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang, dari kegelapan ghaflah (hati yang lalai) menuju cahaya hudhur (kehadiran hati), dan dari kerugian sikap durhaka menuju keuntungan sikap taat. Sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya berikut ini.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. Al-Ahzab ayat 41)
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS. Al-Ahzab ayat 42)
هُوَ ٱلَّذِى يُصَلِّى عَلَيْكُمْ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَكَانَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
Artinya: Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab ayat 43)
- Meningkatkan kebahagiaan
Kebahagiaan datangnya dari hati yang tentram sehingga jauh dari perasaan gelisah dan khawatir. Dengan mengingat Allah SWT, hati akan merasa tenang sehingga senantiasa membawa kebahagiaan. Dalam surat Ar-Ra’d Ayat 28, Allah SWT berfirman:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Allah begitu baiknya menjadikan kita pribadi yang lebih kuat dan tegar dari kejadian per kejadian yang mampu kita ambil hikmahnya. Tidak ada yang kebetulan karena semua sudah masuk dalam skenario-Nya. Tidak perlu menampik apa yang sudah menjadi suratan takdir, cukup hadapi-jalani-syukuri-nikmati karena semua ini adalah momen terbaik di hidup kita.
Daftar Referensi:
ttps://www.kbbi.web.id/kontemplasi
https://tafsirweb.com/618-surat-al-baqarah-ayat-152.html
https://www.setapakkehidupan.com/2021/02/hakikat-sepi.html
https://tafsirweb.com/845-surat-al-baqarah-ayat-216.html
https://tafsirweb.com/7653-surat-al-ahzab-ayat-41.html
https://tafsirweb.com/7654-surat-al-ahzab-ayat-42.html
https://tafsirweb.com/7655-surat-al-ahzab-ayat-43.html
https://tafsirweb.com/3988-surat-ar-rad-ayat-28.html
Kontributor: Ana Pujiastuti, M. A. (Pustakawan Kampus 4 UAD)
