Prestasi Pustakawan dalam Lomba Internal UAD (Ana Pujiastuti, M.A.)

 

Universitas Ahmad Dahlan pada bulan November-Desember 2025 mengadakan pemilihan tenaga kependidikan berprestasi tahun 2025 dan Lomba Sayembara Karya Ilmiah. Perpustakaan mengirimkan beberapa pustakawan untuk ikut serta dalam ke dua lomba tersebut. Alhamdulillah berkat kerja keras serta dukungan dari rekan-rekan pustakawan menghantarkan perwakilan dari perpustakaan mendapatkan penghargaan tendik berprestasi tahun 2025 dan meraih juara 1, 2, 3 untuk Lomba Sayembara Karya Ilmiah.

Ana Pujiastuti, M.A. berhasil meraih penghargaan tendik berprestasi tahun 2025 dan Lomba Sayembara karya Ilmiah, berikut ide inovasi yang dimenangkan:

  1. Penghargaan Tendik Berprestasi Tahun 2025

Judul “Inovasi bernama SILIA (Sistem Literasi Informasi Akademik) bertujuan untuk Membangun Pengalaman Belajar Literasi Informasi yang Lebih Interaktif dan Terukur.”

Kesimpulan dari ide karya inovasi Ana Pujiastuti, M.A.

Inovasi SILIA hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan LI di era digital. Sistem ini bukan hanya menjawab tantangan efisiensi dan efektivitas pelatihan, tetapi juga membantu pustakawan bekerja lebih terstruktur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan dukungan teknologi, proses pelatihan menjadi lebih rapi, mudah dipantau, dan mampu menjangkau lebih banyak pemustaka tanpa menambah beban kerja.

Pelatihan LI berbasis zoom di UAD mengalami peningkatan peserta di setiap tahunnya. Keberadaan SILIA memungkinkan perpustakaan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran modern yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna di era AI. Melalui inovasi ini, perpustakaan dapat memberikan layanan yang lebih cepat, mudah diakses, dan berkualitas. Harapannya, SILIA dapat menjadi contoh inovasi unggul yang bisa direplikasi, dikembangkan, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan LI sivitas akademika.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh WR Akademik pada September 2025, yaitu terkait syarat mengikuti seminar proposal dengan melampirkan 2 sertifikat LI yang telah diikuti, berdampak pada melonjaknya jumlah peserta pelatihan LI, sementara pemateri tetap terbatas. Situasi ini mendorong saya untuk mencari ide inovasi yaitu SILIA kata Ana.

SILIA mempunyai fitur-fitur yang ke depannya dapat diakses, antara lain: modul interaktif, booking konsultasi kepada pustakawan, dashboard analitik, sertifikat digital, rekapan sebagai bukti kinerja serta profil.

  1. Juara 3 Pemenang Lomba Sayembara Karya Ilmiah

Judul “Sentuhan Humanis Pustakawan di Tengah Dominasi Al: Meneguhkan Pustakawan dalam Layanan Perpustakaan Modern.”

Kesimpulan dari karya ilmiah Ana Pujiastuti, M.A.

Di era maraknya penggunaan AI, pustakawan tetap memegang peran penting sebagai pendamping utama pemustaka dalam proses pencarian dan pemanfaatan informasi. Pustakawan tidak hanya memastikan layanan perpustakaan tetap humanis dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka, tetapi juga membimbing mereka menggunakan informasi secara tepat, etis, dan kritis. Melalui bimbingan personal, pelatihan literasi informasi dan AI, penguatan etika akademik, serta pendampingan riset, pustakawan menghadirkan sentuhan manusiawi yang tidak dapat diberikan oleh teknologi. Peran ini menjadikan pustakawan semakin relevan, karena mampu menjaga kualitas layanan, memastikan kegiatan perpustakaan tepat sasaran, serta mengembangkan profesionalisme yang adaptif di tengah perubahan digital.

Selamat dan sukses kepada para pustakawan yang telah mendapatkan prestasi membanggakan, semoga dapat menjadikan motivasi kepada rekan-rekan pustakawan lainnya. (nw)