Transisi, Budaya, dan Generasi Sosial

Judul Resensi: Transisi, Budaya, dan Generasi Sosial
Identitas Buku
Penulis: Oki Rahadianto Sutopo
Penerbit: Youth Studies Centre (YouSure) & FISIPOL UGM
Tahun Terbit: 2017 (Cetakan Pertama)
Bahasa: Indonesia
Topik Utama: Sosiologi Pemuda, Transisi Kehidupan, Sosiologi Generasi
Sinopsis Singkat
Buku ini mengkaji tentang “Generasi Sosial” dengan menawarkan tiga perspektif utama dalam membaca mengenai kaum muda, antara lain: transisi, budaya kaum muda, dan generasi sosial sekaligus mengajak pembaca untuk melihat aplikasinya dalam konteks Indonesia kontemporer secara sederhana. Penulis berpendapat bahwa pemuda saat ini menghadapi tantangan kemajuan yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya akibat globalisasi, digitalisasi, dan perubahan pasar kerja.
Menggunakan pendekatan kualitatif dan teori sosiologi yang kritis, penulis menjelaskan bagaimana menghadapi tantangan kemajuan dari masa sekolah ke dunia kerja saat ini tidak lagi berjalan linear.
Point-Point Utama dalam Buku
- Analisis konsep generasi
Penulis menolak pengelompokan generasi yang hanya berdasar pada angka (seperti Gen Z atau Milenial secara data statistik semata). Ia menyatakan dengan tegas bahwa generasi sosial terbentuk karena adanya pengalaman sejarah yang sama dan kesadaran kolektif yang muncul dari pengalaman tersebut.
- Transisi yang berliku
Buku ini menjelaskan dulu, perubahan hidup dianggap sederhana: sekolah → lulus → kerja → menikah. Saat ini terjadi penyimpangan dalam melalui perjalanan hidup. Pemuda mungkin kembali sekolah setelah bekerja, atau terjebak dalam pekerjaan sambilan dalam waktu lama, yang dipengaruhi oleh modal budaya yang mereka miliki.
- Peran modal budaya dan lingkungan
Penulis menjelaskan dengan teori Pierre Bourdieu tentang latar belakang keluarga dan lingkungan, menentukan keberhasilan pemuda dalam mengatur alur untuk mencapai tujuan pada masa transisi. Pemuda dengan modal sosial budaya yang tinggi cenderung lebih luwes menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
- Menggunakan teori sosiologi kelas dunia namun tetap realistis dengan kasus di Indonesia.
- Mengubah cara pandang pembaca terhadap pemuda, dari sekedar “masa depan bangsa” menjadi aktor sosial yang kompleks.
Kekurangan
Bagi pembaca awam, ada beberapa istilah sosiologi yang mungkin terasa berat dan memerlukan konsentrasi tinggi saat membacanya.
Sebagai buku terbitan kampus atau pusat studi, terkadang sulit untuk menemukan di toko buku lebih banyak tersedia di perpustakaan digital atau komunitas akademik).
Kesimpulan
Transisi, budaya, dan generasi sosial merupakan bacaan wajib bagi akademisi, peneliti, mahasiswa sosiologi, maupun pengambil kebijakan. Buku ini menyajikan informasi bagaimana memberikan fondasi yang kuat untuk memahami mengapa pemuda saat ini bertindak demikian dan bagaimana struktur sosial di Indonesia membentuk karakter generasi yang ada sekarang.
Intisari
Menjadi muda di era transisi bukan sekedar soal usia, melainkan soal bagaimana bertahan dan menegosiasikan jati diri ditengah ketidakpastian global. (nw)
Peresensi: Naning Wardani, S.I.Pust. (Pustakawan Kampus 4 UAD)
