Buku Pegangan Penanganan Insiden Siber

Judul Resensi (Buku Pegangan Penanganan Insiden Siber)

Identitas Buku
Penulis: Onno W. Purbo
Penerbit: Andi Offset
Edisi/Cetakan: Edisi 1, Cetakan 1
Tahun Terbit: 2024
Bidang Ilmu: Keamanan Komputer, Keamanan Data

Pendahuluan
Dunia kita semakin terhubung oleh teknologi informasi dan internet. Seiring dengan kemajuan teknologi, tak luput dengan meningkatnya kebocoran data dan serangan ransomware yang menghantui instansi pemerintah maupun swasta di Indonesia. Penulis menghadirkan panduan praktis melalui Buku Pegangan Penanganan Insiden Siber untuk dapat digunakan sebagai literatur akademis dan sebagai Kompas praktis bagi para pengelola sistem informasi.

Isi dan Pembahasan
Buku ini berisi Langkah-langkah teknis, bagaimana sebuah organisasi harus bertidak ketika pertahanan siber mereka berhasi ditembus.
Point inti yang dibahas meliputi:
1. Perencanaan insiden: cara membedakan antara gangguan sistem biasa dengan serangan siber yang terencana.
2. Monitoring keamanan sistem: prosedur isolasi sistem untuk mencegah penyebaran malware atau akses illegal lebih lanjut.
3. Investigasi forensik: dasar-dasar pengumpulan bukti digital agar jejak penyerang dapat dianalisis dan dilaporkan.
4. Pemulihan (recovery): strategi mengembalikan layanan ke kondisi normal dengan memastikan celah keamanan telah tertutup.

Kelebihan
1. Isi buku ini sangat relevan untuk kondisi infrastruktur digital di Indonesia saat ini.
2. Selain teori pembaca juga akan mendapatkan arahan alat (tools) apa yang sebaiknya digunakan.
3. Penulis mengemas dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga dapat dicerna oleh staf IT tingkat pemula hingga menengah.

Kekurangan
1. Perlu penambahan ilustrasi teknis untuk mempermudah pemahaman alur kerja yang kompleks
2. Buku ini sangat teknis, sehingga kurang cocok bila dibaca oleh pembaca awam yang hanya ingin tahu tentang keamanan siber secara umum tanpa menyentuh aspek teknis operasional.

Kesimpulan
Buku Pegangan Penanganan Insiden Siber ini adalah buku wajib bagi para administrator jaringan, anggota CSIRT (Computer Scurity Incident Response Team), dan mahasiswa IT. Penulis menegaskan bahwa dalam keamanan siber pertanyaannya bukan lagi “apakah kita akan diserang?” melainkan “kapan kita diserang dan seberapa siap kita menghadapinya?”
Buku ini adalah Langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia melalui edukasi yang tepat sasaran. (nw)

 

Peresensi:

Naning Wardani, S.I.Pust. (Pustakawan Kampus 4 UAD)