Amal Yang Kontinu
Kontinuitas suatu amalan yang dilakukan secara terus menerus merupakan perkara yang sangat penting membantu seseorang untuk tetap konsisten dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah amalan yang dilakukan secara kontinu atau rutin, terus-menerus meskipun jumlahnya sedikit. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
Masruq meriwayatkan bahwasanya beliau berkata kepada ‘Aisyah Ummul Mukminin Radhiyallahu ‘Anha:
“Amalan apa yang paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? maka ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha menjawab,’Yang terus-menerus dilakukan.’ kemudian Masruq berkata lagi, ‘Diwaktu apa pada malam hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun untuk shalat?’ maka ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha menjawab, ‘Apabila beliau mendengar ayam jantan berteriak.’” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).
Dan yang dimaksud dengan (berteriak) di sini adalah ayam jantan yang berkokok pada malam hari atau sebelum fajar.
Pertanyaan Masruq kepada Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha sama dengan pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka sering bertanya, “Amalan apa yang utama? Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah dan RasulNya?” Dan ini menunjukkan semangat para sahabat untuk mengetahui keutamaan-keutamaan suatu amalan. Dan ini juga memperingatkan kepada kita semua bahwasanya tujuan kita mengetahui keutamaan-keutamaan suatu amalan bukan sekedar agar kita ketahui begitu saja, akan tetapi tujuan dari pengetahuan kita terhadap keutamaan satu amalan adalah kita mengerjakan amalan tersebut sesuai dengan apa yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah ‘Azza wa Jalla pernah berkata dalam hadits qudsi:
“Dan hambaKu terus-menerus mendekat kepadaKu dengan melakukan amalan-amalan sunnah sampai Aku mencintainya.” (HR. Bukhari 6502)
Maka tujuan dari kita mengetahui keutamaan-keutamaan satu amalan agar hal itu memotivasi kita untuk melakukan amalan-amalan tersebut.
Mengapa yang paling dicintai oleh Allah adalah yang kontinu walaupun sedikit tapi terus-menerus dikerjakan? Karena amalan yang sedikit lebih baik daripada amalan banyak yang dikerjakan hanya sekali, dua kali atau tiga kali kemudian seorang bosan dan tidak melakukannya lagi.
Adapun contoh penerapan sehari-hari, diantaranya:
- Sedekah Subuh: Menyisihkan sebagian harta setiap hari walau nominalnya kecil.
- Dzikir Harian: Membaca tasbih atau istighfar dengan jumlah tertentu yang stabil setiap waktu.
- Tilawah Al-Qur’an: Membaca beberapa ayat secara istiqamah setiap selesai shalat fardhu.
Ibadah ringan yang dilakukan terus-menerus dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT adalah tabungan di hari tua. mereka akan mendapatkan pahala yang terus mengalir sesuai kebiasaan yang sering dilakukan sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam surat At-Tiin ayat yang ke enam “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”.
Ayat ini pula (QS. At-Tin :06) menjadi kabar kembira bagi kita yang masih sehat, taat dan rajin beribadah kepada Allah SWT karena Allah mengatakan:”Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”. Jadi selama kita masih sehat – sehat, selama kita masih kuat terutama bagi para pemuda perbanyak mengerjakan ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala, mengapa demikian karena akan datang suatu masa dimana kita tidak mampu lagi mengerjakan semua jenis ibadah karena semua kekuatan kita sudah melemah, misalkan puasa sunnah, sungguh beruntung orang yang rutin mengerjakannya sehingga nanti ketika ia tua dan tidak mampu lagi mengerjakannya maka pahalanya dituliskan secara sempurna tanpa berkurang sedikitpun.
Wallahu a’lam
Kontributor: Subagio
