Bekerja, Beramal, Berdakwah, Berkhidmat

Pengajian Pegawai AUM Domisili Imogiri
Pertemuan ke-10
Ustadz: Phisca Aditya Rosyady – Sekretaris PCM Imogiri/Pegawai AUM UAD

 

1. Memahami AUM (Amal Usaha Muhammadiyah)
AUM bukan sekedar tempat bekerja. Pernyataan tersebut merupakan filosofi dasar AUM di mana setiap aktivitas kegiatan di dalamnya tidak hanya sebatas transaksi ekonomi atau tempat untuk mencari nafkah, melainkan perpaduan antara kesadaran spiritual dan profesionalisme.

Beramal (pengabdian dan ibadah)
• Pekerjaan sebagai wujud ibadah: pekerjaan apapun itu – mengajar, merawat pasien, pustakawan, dosen, satpam, mengurus administrasi – diniatkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Allah Swt.
• Sebagai perwujudan dakwah sosial: sebagai wadah dakwah menjalankan ajaran Islam, menggunakan spirit Al-Ma’un dalam melakukan perbuatan nyata atau aksi sosial – pelayanan kesehatan, pendidikan, penyantunan sosial bagi masyarakat luas.
• Keberlanjutan manfaat: pengabdian di AUM memiliki nilai investasi sosial dan spiritual yang berdampak jangka panjang untuk kemaslahatan bersama serta bernilai akhirat.

Berusaha
• Etos kerja tinggi: berikhtiar maksimal, tekun dalam pembuktian kompetensi secara profesional dalam setiap bidang kegiatan atau pekerjaan.
• Tata kelola kekinian: pengelolaan AUM selalu menghasilkan ide-ide yang inovatif dan dilaksanakan secara efisien, akuntabel untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman agar mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan yang semakin kompleks.
• Kemandirian organisasi: memiliki usaha yang produktif, terencana sehingga persyarikatan memiliki kemandirian finansial dalam menjalankan berbagai program keumatan secara kontinu.

2. Peran Pegawai AUM
Posisi pegawai ikut menentukan seperti apa wajah Muhammadiyah yang dilihat masyarakat. Perilaku orang-orang di AUM yang dilihat oleh masyarakat:
Guru → mendidik
Dokter → melayani/memeriksa
Perawat → merawat
Admin → membantu
Teknisi → memastikan layanan berjalan
Satpam → menjaga keamanan
Cleaning service → menjaga kenyamanan

Para Pegawai AUM tersebut dalam memberikan layanan kepada masyarakat memiliki sifat ramah, profesional, amanah dan peduli.

3. Kontribusi nyata Pegawai AUM
Pegawai AUM memiliki 5 kontribusi nyata:
1) Profesional: mengerjakan tugas dengan kompeten
2) Melayani: memberikan layanan kepada Masyarakat dengan akhlak terbaik
3) Amanah: bisa menjaga waktu, jabatan, asset, dan kepercayaan
4) Berdakwah: menjadikan perilaku dan pekerjaan sebagai dakwah bil-hal (perbuatan nyata)
5) Berkhidmat: menggunakan kompetensi untuk menguatkan persyarikatan.

QS. An-Nahl: 125

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ

“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah….”

Tidak semua Pegawai AUM harus menjadi mubaligh.
Tetapi setiap pegawai AUM dapat menjadi wajah dakwah.

4. Menjaga amanah
AUM bukan milik kita : AUM adalah amanah → sistem → regenerasi → keberlanjutan.
• AUM bukan milik pribadi atau keluarga
• Bukan milik kelompok atau pejabat tertentu
• AUM merupakan amanah persyarikatan atau umat
• Harus dijaga, dikembangkan, dan dipertanggungjawabkan.

5. Konsistensi
Berkontribusi yang berkelanjutan

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang paling terus menerus dilakukan, meskipun sedikit.”

• Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu, meskipun sedikit.
• Sedikit tetapi konsisten > banyak → kelelahan → berhenti.
• Contoh: satu kali sebulan hadir di ranting lebih baik daripada aktif sebulan lalu menghilang berbulan-bulan.

6. Komitmen
Tiga langkah komitmen yang dilakukan Pegawai AUM:
1) Benahi diri: bekerja lebih disiplin, profesional, dan amanah
2) Hidupkan AUM: menjadikan tempat kerja sebagai ruang pelayanan dan dakwah
3) Kuatkan persyarikatan: memberikan waktu, ilmu, tenaga, jaringan, atau dukungan untuk Gerakan Muhammadiyah.

Bekerja → beramal → berdakwah → memberi manfaat

 

Sumber referensi
• Muhammadiyah — Menjaga AUM dari Ilusi Kepemilikan: Semua AUM Milik Muhammadiyah (2026)
• Suara Muhammadiyah — AUM: Dakwah Bil-Hal untuk Masyarakat yang Adil dan Sejahtera
• Muhammadiyah — AUM Muhammadiyah Bukan Warisan Pribadi tapi Amanah Umat (2025)
• UMJ — Karyawan AUM Muhammadiyah Harus Aktif di Cabang dan Ranting Muhammadiyah
• FAI UAD — Perkuat Dakwah Muhammadiyah, Pegawai AUM Perlu Tahu Ini.

Kontributor:
Naning Wardani, S.I.Pust. (Pustakawan Kampus 4 UAD)