Belajar dari Abdurrahman bin Awh, Gemar Bersedekah Tak Menjadikannya Miskin

Rasulullah SAW memiliki sahabat dengan berbagai karakter dan kondisi. Di antara beberapa sahabat  Nabi, ada sahabat yang paling kaya dan juga gemar bersedekah. Sahabat Nabi salah satunya yaitu itu Abdurrahman bin Awf. Abdurrahman bi Awf adalah pembisnis muslim yang sukses. Menjadi orang terkaya, Abdurrahman bin Awf tidak membuat dirinya lupa akan kewajibannya. Ia tetap rajin beribadah dan rajib bersedekah. Semakin banyak harta yang ia sedekahkan, tidak membuat Abdurrahman bin Awf miskin namun malah membuat hartanya semakin melimpah. Hal ini seperti yang dijanjikan oleh Allah dalam firmanNya dalam QS: Al Baqarah ayat 261, yang bunyi dan artinya:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

(261) perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang – orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap – tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 Janji Allah pasti dan itu terbukti pada Abdurrahman bin Awf. Saat kaum muslim berhijrah ke Madinah. Semua hartanya Abdurrahman bin Awf, ia tinggalkan. Di Madinah Abdurrahman bin Awf tidak menjadi miskin. Namun dari kerja kerasnya,  cerdas dalam berbisnis dan gemar bersedekah Abdurrahman bin Awf menjadi kaya kembali. Abdurrahman bin Awf merupakan orang yang terlanjur kaya, sehingga sering disindir Oleh Rasullullah, bahwa Abdurrahman akan masuk surga dengan berjalan merangkak. Para sahabat penasaran ketika mendengar perkataan Rasulullah ini.” Kenapa dia masyk dengan merangkah tidak seperti sahabat lainnya yang berjalan super kilat pada waktu masuk surga?” Rasullah SAW menjawab: “sebab dia terlalu kaya”

Abdurrahman bin Awf sering menangis teringat sabda Rasulullah ini. Oleh sebab itu beliau sering berdoa:”jadikan aku ini miskin!. Abdurrahman juga sering berkonsultasi kepada Rasulullah: bagaiman supaya dirinya dapat masmuk ke surga minimal berjalan kaki, tidak merangkak?. Jawab Rasulullah: “Perbanyak berdesedekah niscaya kakmi menjadi ringan untuk masuk surga.

Dalam catatan sejarah, pada akhir hayatnya Abdurrahman bin Awf berwasiat membagi hartanta menjadi 3 bagian: 1/3 dibagikan untuk modal usaha sahabanya; 1/3 untuk melunasi hutang – hutangnya; dan 1/3 lagi untuk dibagi – bagikan kepada fakir miskin. Semua dilakukan untuk meringankan langkahnya memasuki pintu surga.

Dari kisah abdurahhman bin Awh di atas dapat diambil pelajarannya, yatiu kerja keras, usaha yang halal serta tetap taat beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala merupakan kunci kesuksesan di dunia dan akhirat.

Kata kunci: sedekah, kaya

 

Referensi:

  1. http://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/sahabat-abdurrahman-bin-auf-konglomerat-pekerja-keras-yang-gila-sedekah-Tztct
  2. https://kemenag.go.id/nasional/kisah-abdurrahman-bin-auf-minta-miskin-karena-terlanjur-kaya-eot1ep
  3. https://news.detik.com/berita/d-5669159/5-sahabat-nabi-paling-kaya-salah-satunya-khalifah-utsman-bin-affan

Kontributor:

Zulfa Erlin Muflihah, SIP (Pustakawan UAD Kampus 3)