Bu Tri Yang Saya Kenal

Dari beberapa teman senior yang berkarya di perpustakaan, bu Tri Sundari diantaranya yang paling lama membersamai  sampai beliau purna tugas.

Awal berjumpa dengan bu Tri sekitar tahun 1997. Saat itu Universitas Ahmad Dahlan dipimpin Prof. Noeng Muhadjir. lokasinya hanya dua unit, kampus 1 di jalan kapas dan kampus 2 di jalan Pramuka. Karyawannya juga belum banyak seperti saat ini.

Waktu itu kami di amanahi oleh pimpinan untuk mengaplikasikan CDS/ISIS, sistem katalogisasi berbasis DOS yang diterbitkan oleh UNESCO. Mulailah kami, rekan-rekan perpustakaan dibantu tim universitas mengalih mediakan katalog manual ke sistem komputerisasi.

Saat itu UAD belum sehebat saat ini, kami hanya mempunyai peralatan hardware yang sangat minim, itupun produk lama yang jauh sekali dari harapan ideal. Namun dengan semangat rekan-rekan saat itu, entry data dari worksheets ke program CDS/ISIS bisa terwujud.

Masih terekam sangat baik dimemori ingatan, betapa lelah waktu itu. Ada banyak keringat dan harapan untuk membangun dan mewujudkan sesuatu yang baru, ya…kemajuan perpustakaan tempat kami mengabdi.

Bagi saya, rekan-rekan saat itu merupakan pioner babat alas. simbol keberanian dan wujud kerja sama kolektif dalam membangun perpustakaan UAD. Bu Tri, salah satu diantara punggawa yang berada di pusaran proses perjuangan itu.

Dari hubungan kerja kolektif dan kerjasamanya,  juga sejak awal bertemu sampai beliau purna tugas, terlihat ada hal yang sangat menonjol dari sosok beliau, yakni konsistensi terhadap kebenaran yang beliau yakini. Kebenaran untuk kebaikan, kemajuan dan kejayaan perpustakaan UAD.

Konsistensinya sering kali disampaikan bu Tri dalam pikiran, ide-ide, masukan-masukan beliau dalam setiap forum rapat maupun saat ngobrol ringan yang dilakukan beliau secara terus-menerus,  tidak berubah sampai saat ini.

Ide-ide beliau terkadang disampai saat rapat formal tentu dengan nada serius, namun bisa juga dalam bentuk puisi yang menggugah. Untuk ini, kami sangat berterima kasih atas pencerahannya nggeh Bu.

Mulai tanggal 1 Agustus 2025 bu Tri telah memasuki purna tugas. masa kepastian yang cepat atau lambat kita semua akan menjumpai seiring dengan usia yang bertambah.

Meja kerja maupun  ruang-ruang harapan kini telah ditinggalkan bu Tri, tempat yang pernah beliau tinggali. Jejak itu pasti akan ada, meski sudah tak saling bersentuhan, namun selalu membekas dalam dedikasi, pengorbanan, keikhlasan dan amal sholeh.

Selamat menikmati purna tugas bu Tri, semoga segala amal, ilmu dan pengabdian panjenengan menjadi manfaat. Senantiasa diberikan Kesehatan dan umur yang barokah. Dan segala bakti beliau dicatat dalam tanda jasa sepanjang masa.

Kontributor: Subagio