Internalisasi Nilai-Nilai Islam dalam Mendidik Anak

  1. DASAR DAN PRINSIP

Orang tua adalah orang pertama yang mengajarkan Pendidikan kepada anaknya, dimulai dari masa dalam kandungan , balita anak-anak sampai mereka dewasa.

Karunia seorang anak merupakan anugrah terbesar dari orang tua, kehadiranya selalu dinantikan dalam sebuah rumah tangga suami istri.

Anak adalah anugrah sekaligus Amanah yang titipkan Allah SWT kepada hambanya dan orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas Amanah tersebut

Memiliki anak yang sholih dan sholihah adalah dambaan dan cita-cita setiap orang tua dan tentunya ini butuh proses yang tidak mudah.

Seorang anak yang lahir telah memiliki potensi dasar/ fitrah (Imaniyah Islamiyah) yang dibawa sejak lahir. Hal ini sesuai dengan firman Allah bahwa sebelum ditiupkan ruh, Allah telah mengambil perjanjian atas meraka, seperti dalam surat Al A’raaf 172 (Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka ,ruh itu menjawab “betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi”

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan ath-Thabrani

 

Disinilah peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama sangat dibutuhkan, agar fitrah yang dibawa anak sejak lahir akan terjaga sampai nanti kembali pada Tuhannya lagi. Menjaga keluarga agar selamat didunia dan diakhirat adalah kewajiban bagi kita sebagai orang tua, ini sesuai dengan firman Allah dalam surat At tahrim ayat 6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا

Yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Ayat ini memberikan kita motifasi sebagai orang tua agar kerluarga kita selamat tidak hanya di dunia tetapi juga diakhirat. Terlebih dimasa sekarang ini Dimana tantangan zaman semakin susah untuk kita kendalikan bila tidak dilandasi dengan keimanan yang kuat.Tantangan teknologi yang sangat mempengaruhi kehidupan adalah salah satu yang dapat berdampak pada Aqidah anak bila kita sebagi orang tua tidak membentenginya dengan keimanan yang kuat sejak dini.

 

Selain kita sebagai orang tua harus selalu meminta perlindungan kepada Allah agar keluarga kita selamat didunia dan diakhirat tentunya kita juga harus berusaha untuk mendidik putra putri kita diantaranya :

Memperdengarkan ayat-ayat suci al quran selama dalam kandungan, melafadzkan adzan dan iqomah saat mereka laihir ini adalah Upaya yang mempunyai pengaruh  positif terhadap penanaman dasar Aqidah atau keimanan bagi anak, dalam Upaya menanamkan iman ini harus dilakukan dengan rasa kasih sayang yang terwujud dalam ucapan dan prilaku orang tua,  memberikan contoh tauladan dalam kehidupan sehari-hari dengan sifat yang Ikhlas cinta kasih dan penuh tanggung jawab, menyekolahkan disekolah-sekolah yang dapat meyelamatkan Aqidah mereka, memilihkan lingkungan dan teman-teman yang baik. Orang tua harus menumbuhkan rasa cinta pada Allah dan rosulnya sejak dini, bisa dilakukan dengan membacakan buku buku sebelum tidur sesuai dengan umurnya.

Beberapa prinsip dasar yang bisa dijadikan acuan bagi kita orang tua sebagai pendidik pertama dan utama seorang anak:

  • Amanah mendidik anak tidaklah ringan, maka jagalah Amanah ini dengan sebaik-baiknya sebab Allah janjikan pahala yang besar bagi hambanya yang senantiasa menjaga Amanah
  • Allah tidak membebanimu melampaui kemampuan, maka bersungguh-sunguhlah , keinginan mempunyai anak adalah sebuah janji maka tepatilah untuk mendidik sebaik-baikntya
  • Jangan berharap kebaikan dari anak-anakmu bila tidak mendidiknya menjadi manusia yang sholih, Upaya mendidik anak adalah kewajiban dengan hasil mutlak adalah ketentuan Allah

2. IMPLEMENTASI PENGASUHAN DALAM KELUARGA

Internalisasi nilai-nilai Islam artinya proses penanaman nilai-nilai Islam yang diwujudkan dalam perilaku sehari hari. Bagaimana melakukannya? Yang kami uraikan disini hanya contoh-contoh sederhana saja, diantaranya:

  • Menanamkan aspek keberagaman dalam setiap aktifitas, misalnya

Membiasakan dzikir pada anak, memahamkan arti/maknanya, misalnya ketika jalan-jalan bersama anak melihat alam, komentari dan hubungkan dengan kebesaran Allah, Ketika takjub dengan ciptaanya, ungkapkan Masya Allah (inilah yg Dikehendaki Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar) dll. Kita hubungkan ayat Qouliyah (ayat-ayat AlQuran) dan ayat kauniyah (fenomena alam).

Mengajak anak biasa sholat berjamaah, kenalkan masjid, ajari azan, iqomah dll

Ajak anak tilawah setelah sholat maghrib, dan atau setelah sholat shubuh.dll.

  • Menanamkan nilai-nilai kemandirian dalam aktifitas sehari-hari.

Dapat dilakukan dengan contoh sederha sbb:

Ketika masih balita, usia Paud/TK kecil, dimulai sejak bangun tidur diajak/diajari untuk merapikan tempat tidur sendiri

Ketika mau sekolah, diajari mempersiapkan keperluan sekolahnya sendiri

Ajari anak menggunakan mesin cuci, atau ajari belajar mencuci pakauiannya sensiri dari celananya, sapu tangan dll.

Ajari mengelola uang saku/belanja sendiri, dll

  • Menanamkan nilai-nilai sosial dan menghormati orang lain

Dapat dilakukan dengan:

Belajar berinfak, berderma pada kaum fakir

Biasakan salim menunduk pada orang yang lebih tua, ramah, biasa menyapa dengan santun, dll.

In sya Allah, jika internalisasi nilai-nilai Islam dalam keluarga terjaga, anak-anak kita siap melanjutkan sekolah dimanapun, termasuk bila mau ke pondok pesantren.

Demikian kultum yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan kita sebagai orang tua mampu untuk mendidikk anak-anakkita sesuai dengan Amanah yang Allah berikan .

 

Kontributor:

M. Firmanudin (Pustakawan Kampus 5 UAD)