Meraup pahala besar melalui postingan di sosial media

Sosial media saat ini berkembang sangat pesat. Menurut website Info Ketapang top three sosial media di Indonesia tahun 2024 yakni instagram, facebook, dan tiktok. Masih dari sumber yang sama sepanjang tahun 2024, Indonesia mengalami peningkatan dalam jumlah pengguna internet, jumlah pengguna internet telah meningkat menjadi 204,7 juta. Menurut The Global Statistics, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat kenaikan sebanyak 2,1 juta (+1,0 persen). Jumlah pengguna aktif media sosial terus berkembang dengan laju 12,6 persen pada 2024, menurut The Global Statistics meningkat sebanyak 21 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dampak dari fenomena yang terjadi, setiap orang semakin bebas untuk berekspresi dan mengaktualisasikan diri. Terbuka untuk mengkonsumsi informasi, membuat informasi, bahkan menyebarluaskan informasi yang secara kebenarannya belum bisa dipastikan kredibilitasnya. Di era ini diperlukan kemampuan mengelola informasi atau literasi informasi digital sehingga dapat lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Literasi digital lebih dari sekedar kemampuan menggunakan berbagai sumber digital secara efektif, tetapi juga merupakan bentuk cara berpikir tertentu yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi (Naufal, 2021). Kehadiran teknologi komunikasi digital, internet, komputer, dan telepon pintar mengubah cara masyarakat dalam mendapatkan informasi (Husna et al., 2021)

Segala sesuatu di dunia tercipta dari dua sisi. Disamping keresahan akan dampak negatif yang ditimbulkan dari meningkatnya penggunaan sosial media di masyarakat, namun nyatanya sosial media juga memberikan kemudahan kita untuk meraup pahala dengan mudah. Kok bisa? dengan cara apa? caranya bagaimana? eits tenang….

Jadi, saat ini tren konten di sosial media adalah based on text dan based on video. Pengguna sosial media diberikan kemudahan untuk mnyebarluaskan konten yang bermuatan nilai kebaikan, positif, memotivasi orang lain, dan konten yang berpotensi untuk mengajak orang meninggalkan kebiasaan buruknya. Para pengguna media sosial dapat membuat dan share konten yang bermuatan positif ke akun sosial medianya. Cara lain yang lebih sederhana yakni repost konten orang lain. Hal sederhana tapi dapat mendatangkan pahala yang banyak.

Jika ada orang lain yang melihat postingan kita di media sosial lantas terinspirasi, termotivasi, bahkan ingin melakukan kebaikan seperti konten yang di share di media sosial oleh kita, maka imbalannya adalah pahala yang bqnyak. Amal jariyah yang tanpa kita sadari melakukannya.

 

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْءَاخِرَةِ لِيَسُۥٓـُٔوا۟ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا۟ مَا عَلَوْا۟ تَتْبِيرًا

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. (QS. Al-Isra’: 7)

 

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (QS Ali Imran: 110)

 

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (Al-Anam: 160)

 

Islam mengatur segala sesuatu keperluan umatnya dengan sangat rinci. Setiap berbuat kebaikan akan dibalas dengan imbalan yang setara. Setiap niat baik akan dicatat sebagai tabungan kebaikan untuk dirinya. Upaya untuk memaksimalkan pahala di era media sosial ini dapat dicapai salah satunya melalui seruan berbuat baik melalui postingan yang kita share di media sosial. Sebuah hal sederhana namun kalau dapat dilakukan secara istiqomah dengan niatan karena Allah SWT maka akan mendatangkan keberkahan dan kemualiaan. Hal menariknya postingan-postingan di media sosial sering menjadi cambuk untuk kontemplasi diri yang berujung terhadap perbaikan diri. Perbaikan dari dari sisi ibadah kepada Allah SWT, muamalah kepada sesama manusia, maupun akhlaq dan kepribadian diri. So, masihkah ragu untuk jihad melalui postingan di sosial media?..

 

Referensi:

[1] https://infoketapang.com/index.php/2024/12/14/pengguna-media-sosial-di-indonesia-sepanjang-2024/infoketapang/

[2] Naufal, H. A. (2021). Literasi Digital. Perspektif, 1 (2), 195 – 202. https://doi.org/10.53947/perspekt.v1i2.32

[3] Husna, A. N., Yuliani, D., Rachmawati, T., Anggraini, D. E., Anwar, R., & Utomo, R. (2021). Program Literasi Digital untuk Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Desa Sedayu, Muntilan, Magelang. Community Empowerment, 6 (2), 156 – 166.  https://doi.org/10.31603/ce.4259

[4] https://tafsirweb.com/4611-surat-al-isra-ayat-7.html

[5] https://tafsirweb.com/1242-surat-ali-imran-ayat-110.html

[6] https://tafsirweb.com/2284-surat-al-anam-ayat-160.html

 

Kontributor:
Ana Pujiastuti, M. A. (Pustakawan Kampus 4 UAD)