Puasa Yaumul Bidh: Keutamaan dan Waktu Pelaksanaannya
Puasa Yaumul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Kata “Yaumul Bidh” secara harfiah berarti “hari-hari putih”, merujuk pada malam ketika bulan purnama bersinar terang di langit karena berada di pertengahan bulan. Puasa ini merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, beliau berkata: “Kekasihku (Rasulullah) berwasiat kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, salat dhuha dua rakaat, dan salat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178 dan HR. Muslim no. 721)
Waktu Pelaksanaan
Puasa Yaumul Bidh dilakukan setiap tanggal:
13 Hijriah
14 Hijriah
15 Hijriah
Contoh:
Jika tanggal 13 Dzulhijjah jatuh pada 18 Juli 2025, maka puasa dilakukan pada:
18 Juli (13 Dzulhijjah)
19 Juli (14 Dzulhijjah)
20 Juli (15 Dzulhijjah)
Pastikan mengikuti kalender hijriah resmi dari lembaga otoritas keislaman setempat.
Keutamaan Puasa Yaumul Bidh
- Seperti Berpuasa Sepanjang Tahun
Rasulullah SAW bersabda: “Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa sepanjang tahun.”
(HR. Bukhari no. 1976 dan Muslim no. 1162)
Penjelasan ulama:
Karena satu hari dihitung sepuluh kebaikan, maka puasa 3 hari = 30 kebaikan, sama seperti sebulan penuh.
- Konsistensi dalam Ibadah Sunnah
Puasa ini melatih umat Islam untuk istiqamah dalam ibadah, tidak hanya saat Ramadhan, tapi sepanjang tahun.
- Menjaga Kesehatan
Selain aspek spiritual, puasa juga memiliki manfaat medis, seperti mengatur pola makan, membantu detoksifikasi, dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Niat Puasa Yaumul Bidh
Niat dapat dilafalkan di dalam hati sebelum subuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Dalil Khusus Tentang Tanggal 13, 14, dan 15
Rasulullah SAW bersabda:
“Jika kamu ingin berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).”
(HR. At-Tirmidzi no. 761, dinilai hasan oleh At-Tirmidzi dan hasan sahih oleh Syaikh Al-Albani)
Kesimpulan
Puasa Yaumul Bidh adalah amalan ringan namun bernilai besar. Dengan niat yang ikhlas dan semangat meneladani Rasulullah SAW, kita bisa memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa sepanjang tahun. Semoga kita dimudahkan untuk menghidupkan sunnah ini dan menjadikannya amalan rutin bulanan.
Daftar Referensi:
Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari, Kitab ash-Shiyam, Hadis no. 1976. Beirut: Dar Ibn Katsir, 2001, hlm. 497.
Muslim bin Hajjaj. Shahih Muslim, Kitab ash-Shiyam, Hadis no. 1162. Riyadh: Darussalam, 2000, hlm. 510.
At-Tirmidzi, Abu Isa. Sunan at-Tirmidzi, Hadis no. 761. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 1998, hlm. 324.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Silsilah Ahadits Shahihah, no. 931. Riyadh: Maktabah al-Ma’arif, 1995.
Lajnah Daimah. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah, Jilid 10. Riyadh: Darul Wathan, 2000, hlm. 390.
https://sunnah.com/bukhari:1976
https://sunnah.com/muslim:1162
https://sunnah.com/tirmidhi:761
https://islamqa.info/en/answers/21272
Kontributor: Gretha Prestisia R.K., M.IP (Pustakawan UAD Kampus 4)
