Uwais al-Qarni: Teladan Bagi Anak-anak Gen Z

Pendahuluan

Uwais al Qarni tinggal di Yaman yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang – belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya. Seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya.

Generasi Z (Gen Z) adalah generasi yang lahir pada era digital, di mana informasi, teknologi, dan hiburan dapat diakses secara instan. Kehidupan mereka akrab dengan gawai, media sosial, dan budaya global yang serba cepat. Namun, tantangan yang dihadapi generasi ini tidaklah ringan: krisis moral, kurangnya empati, serta kecenderungan mengejar popularitas semu.

Oleh sebab itu, diperlukan figur teladan dari Uwais al Qarni bisa menjadi pedoman hidup. Salah satunya adalah Uwais al-Qarni, seorang tabi’in yang dikenal karena baktinya kepada ibunya, kesederhanaan hidup, serta keteguhan iman.

Pembahasan

1. Profil Singkat Uwais al-Qarni

Uwais al-Qarni berasal dari Yaman. Ia hidup sezaman dengan Rasulullah SAW, tetapi tidak sempat berjumpa langsung dengan beliau. Hal ini bukan karena kurangnya keinginan, melainkan karena ia lebih memilih untuk merawat ibunya yang sakit. Rasulullah SAW bahkan pernah memuji Uwais dalam sabdanya:

“Sesungguhnya akan datang kepadamu seorang laki-laki dari Yaman yang biasa dipanggil dengan Uwais. Dia tinggal di Yaman bersama Ibunya. Dahulu pada kulitnya ada penyakit belang (berwarna putih). Lalu dia berdo’a kepada Allah, dan Allahpun menghilangkan penyakit itu, kecuali tinggal sebesar uang dinar atau dirham saja. Barang siapa di antara kalian yang menemuinya, maka mintalah kepadanya untuk memohonkan ampun kepada Allah untuk kalian.”(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa tinggi derajat Uwais al-Qarni di sisi Allah SWT, berkat baktinya kepada sang ibu.

2. Nilai-nilai keteladanan Uwais al-Qarni

  • Bakti kepada orang tua
  • Kesederhanaan hidup. Uwais hidup miskin, hanya bekerja sebagai penggembala, namun hatinya lapang dan imamnya teguh. Rasulullah SAW bersabda: “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati”. (HR. Bukhari dan Muslim). Generasi Z dapat belajar bahwa kebahagian tidak ditentukan oleh materi atau popularitas di media sosial, melainkan oleh ketenangan hati yang ikhlas.
  • Keikhlasan dalam beramal. Uwais tidak mencari popularitas atau pengakuan manusia. Ia dikenal hanya oleh orang – orang tertentu. Namun, justru diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Allah berfirman “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka tidak akan dirugikan. Itulah orang – orang yang di akhirat tidak memperoleh sesuatu kecuali neraka, dan lenyaplah apa yang telah mereka usahakan di dunia” (QS. Hud: 15 – 16). Ayat ini mengingatkan Gen Z agar tidak terjebak dalam pencitraan semu dunia maya, melainkan beramal dengan tulus ikhlas karena Allah.
  • Keteguhan iman. Meski jauh dari Madinah, Uwais tetap istiqomah menjalankan agama. Hal ini sejalan dengan firman Allah. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami adalah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fussilat: 30). Gen Z dapat mengambil pelajaran bahwa iman harus kokoh meskipun banyak godaan pada zamannya.

3. Relevansi untuk Gen Z

Generasi Z hidup di tengah derasnya arus globalisasi. Keteladanan Uwais al-Qarni dapat menjadi kompas moral agar mereka tetap memiliki arah hidup yang benar. Dari Uwais, Gen Z bisa belajar:

  • Menjunjung tinggi nilai bakti kepada orang tua.
  • Menghargai kesederhanaan dan tidak silau oleh gemerlap dunia.
  • Menjaga keikhlasan dalam setiap amal.
  • Teguh memegang iman meskipun banyak godaan modernitas.

Penutup

Uwais al-Qarni adalah sosok tabi’in yang sederhana namun memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Keutamaan Uwais lahir dari baktinya kepada ibunya, keikhlasan, kesederhanaan, dan keteguhan iman. Bagi anak-anak Gen Z, teladan Uwais sangat relevan untuk menjaga moral, memperkuat akhlak, dan menyeimbangkan kecerdasan digital dengan kecerdasan spiritual. Dengan meneladani Uwais al-Qarni, Gen Z diharapkan tumbuh sebagai generasi yang sukses di dunia sekaligus selamat di akhirat.

 

Daftar Pustaka

  • Al quran al karim
  • Muslim, Imam. Shahih Muslim. Beirut: Dar al-Fikr, 2005.
  • Al-Bukhari, Imam. Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir, 1987.
  • Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ Ulumuddin. Kairo: Dar al-Hadits, 2004.
  • Hasan, M. Ali. Pokok-pokok Materi Akhlak. Jakarta: Bulan Bintang, 1994.

Kontributor: Zulfa Erlin Muflihah (Pustakawan UAD Kampus 3)

Sumber: https://naga169travel.com/