WORKSHOP PELAYANAN PRIMA PUSTAKAWAN PERPUSTAKAAN UAD

Pentingnya workshop pelayanan prima terhadap pustakawan UAD merupakan strategi yang sengaja dipersiapkan untuk menghadapi ledakan informasi saat ini. Dengan “lihai” mahasiswa mempermainkan gadgetnya, mereka dengan cepat akan memperoleh informasi. Mulai dari situlah sebenarnya peran pustakawan dan perpustakaan mulai bergeser. Workshop pelayanan prima yang dilakukan oleh pustakawan UAD bagaimana cara merespon keinginan mahasiswa, sehingga dapat menimbulkan kesan positif dari mahasiswa. Pelayanan prima hasus ditunjang oleh kualitas sumber daya manusia yang handal, mempunyai visi yang jauh dan dapat mengembangkan strategi dan kiat pelayanan prima yang mempunyai keunggulan.

Workshop pelayanan prima yang dilaksanakan pada hari Selasa 18 Oktober 2016 dengan mengusung tema sesi pertama adalah “Membangun Komunikasi Asertif” oleh narasumber Asep Purnama Bahtiar, M.Si. Asertif yang dijelaskan oleh Asep bahwa kemampuan untuk mengkomunikasikan, dirasakan dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak dan serta perasaan pihak lain. Selain itu dalam tema ini dijelaskan beberapa hal yang harus dilakukan terhadap mahasiswa sebagai pelanggan, dimana seorang pustakawan harus mampu memberikan pelayanan semaksimal mungkin.

Tema sesi kedua yakni “Etos Kerja, Budaya Organisasi dan Perilaku Pegawai” yang disampaikan oleh narasumber kedua Muhammad Aziz, M.Cs. Beliau membahas bahwasannya bekerja harus berlandaskan amal usaha muhammadiyah. Selain itu beliau menjelaskan sedikit QS. Ar-Raad 11 yang menyatakan bahwa:

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Ar-Ra’ad 11)

Kutipan di atas menjelaskan bahwa yang mampu mengubah keadaan seseorang adalah orang itu sendiri. Dengan bekerja, maka seseorang akan mengubah kehidupannya, baik secara materiil maupun moril