yang sementara itu waktu, yang abadi itu amal

Apakah ada yang merasakan hal yang sama bahwa saat ini waktu terasa cepat sekali berputar?. Tiba-tiba sudah tahun 2025 sedangkan amalan kita masih  seperti ini, tidak ada perkembangan bahkan seringnya down. Membahas mengenai waktu adalah hal menarik karena bisa menjadi motivasi bagi kita menjadi lebih baik dan dorongan untuk segera berbenah.  Sudah saatnya kita fokus terhadap ibadah kita, amalan kita, dan perbuatan kita sebelum mendekati “finish“. Amal ibadah dan kebaikan itu yang akan menemani kita sampai sekalipun kita sudah menghadap Sang Pencipta. Sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Ashr ayat 1-3:
وَٱلْعَصْرِ
Demi masa (QS. 103:1)
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (QS. 103:2)
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (QS. 103:3)

Fatamorgana keindahan dunia, permasalahan pelik yang dihadapi, dan dramanya yang terjadi dalam keseharian kerap mengalihkan kita pada tali ajaran agama Allah SWT. Disadari atau tidak, saat ini kita sedang berlomba dengan “waktu milik kita”. Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Begitu juga dengan makhluk yang bernyawa, semua akan sampai pada masanya yakni kematian. Seni mengingat kemantian itu indah, menjadikan kita selalu mawas diri untuk selalu on the track di jalan yang sudah Allah sampaikan melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah.

 

Beberapa keutamaan mengingat kematian:

1. Akan menjauhkan diri dari kenikmatan dunia yang serba menipu
2. Akan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian
3. Mengosongkan hati dari hal-hal keduniawiyaan dan mengkonsentrasikan hati dan pikiran hanya untuk kematian
3. Membantu seorang muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjauhi larangan Allah SWT.

 

Ketika ada yang mencurangimu dengan segala macam cara dan motifnya, ingatlah hal ini “kita tidak akan hidup selamanya di dunia”. Kita akan diminta pertanggungjawaban hanya perbuatan kita. Jadi ketika kita dijahati orang, dicari-cari kesalahan maka slow aja. Selalu koreksi diri untuk berbenah. Jika kesalahan ada diri kita maka segera perbaiki diri namun jika semua rumor, fitnahan bahkan omongan menyakitkan itu muncul dari hati yang iri maka abaikan. Biarkan mereka dengan pendapat mereka. Kita tidak dapat mengontrol perbuatan orang lain yang ditujukan ke kita. Ambil hikmah yang terkandung dibalik setiap kejadian. Tetap berbuat baik, jujur, tanggung jawab dan mendekat padaNya. Jika ada yang sengaja berbuat jahat biarlah itu menjadi urusan mereka dengan Allah SWT.

 

Ada yang tau kapan manusia akan mencapai “garis finish? Ada yang tau mengenai batas usia hidup di dunia?

 

Betul, hanya Allah SWT yang tau kapan waktu itu menghampiri setiap makhluk yang bernyawa. Mengingat kematian dan mengupayakan untuk selalu berbenah adalah sebuah hal baik yang bisa dilakukan. Ketika kita hidup di dunia ini selesai, maka akan ada chapter selanjutnya. Akan ada waktu dimana kita dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan di dunia ini. Ya pertanggungjawaban diri kita saja bukan orang lain. Urusan orang lain ya biarlah mereka yang mempertanggungjawabkannya.
Tugas kita sekarang adalah memperbaiki diri, memantaskan diri, serta membekali diri dengan ilmu, kebaikan, dan amal shaleh. Ketika kita menjadi anak maka jadilah anak yang sayang dan memuliakan orang tua. Ketika kita menjadi istri maka jadilah pasangan yang menenangkan, menyenangkan, dan penuh kasih kepada suaminya. Ketika kita menjadi teman maka jadilah teman yang amanah, teman yang asik, dan teman yang ceria. Ketika kita menjadi saudara maka jadilah saudara yang memiliki kasih sayang dan empati yang luas. Ketika kita menjadi tetangga maka jadilah tetangga yang asik untuk diajak komunikasi dan lembut hati. Lakukan jobdesk kita di muka bumi ini dengan cara baik.
Mari selagi masih ada waktu, gunakan dan isi waktu dengan hal baik dan amalan sholeh supaya kita tidak termasuk orang yang merugi . Contoh amal sholeh diantaranya: shalat berjamaah, membaca Al-Qur;an, berdzikir, membantu orang tua, menyambung silaturahmi, dll. Mulailah dari hal kecil namun konsisten yang nantinya akan berujung kepada hal-hal besar. Amal-amal kebaikan inilah yang nantinya akan menemani kita tatkla waktu di dunia sudah selesai.  Semoga Allah selalu memberikan kemudahan dan kelancaran atas hal-hal baik yang sudah kita niatkan. Jaga diri, hati, dan nurani untuk menggapai ridho Ilahi. Wallahualam Bissawab.
Referensi :
[1] https://tafsirweb.com/37385-surat-al-ashr-lengkap.html
[2] https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6950085/10-hadits-tentang-anjuran-mengingat-kematian.
[3] https://www.setapakkehidupan.com/2021/08/fokus-ke-perilaku-diri.html
[4] https://www.ocbc.id/id/article/2024/03/04/contoh-amal-saleh-di-rumah

Kontributor:

Ana Pujiastuti, M. A. (Pustakawan Kampus 4 UAD)